Sabtu, 26 Januari 2013

my profil


My Profil
junny oeu shiponlywellwell

Dan sepertinya orang lain mengenal untuk pertama kalinya saya muncul dikehidupannya mereka hanya saja mengenal sebatas diri saya tak mengerti tentang saya dan bagaimana saya sekarang ini. Mereka yan mencintai saya belum sepenuhnya mengenal saya dengan bagaimana mereka harus mengerti saya.
Dan sepertinya saya secara langsung mengenalkan diri saya kepada semuanya saja Nama saya Wahyu Juni Arinigsih, bisa kedua orangtua saya menyapakunya Wahyu, Namun setelah beranjak dewasa nama itu tiba-tiba lengser dalam benak dan ingatanku karena teman-teman saya lebih akbar menyapanya Junny, akan suatu hal teman-teman saya super jail dan nama indah Junny berganti sebutan dengan junet. Agama Islam dan hobby jalan-jalan, baca novel dan nonton. saya lahir di kota Pramuka kota kecil yang bersih, indah, rapi. Dan nyaman inlilah aku dilalahirkan oleh ibu saya yaitu kota Purworejo. Sebuah kota yang berada di Provinsi Jawa Tenah. Tepatnya pada tanggal 25 juni 1992.
Kota tersebut banyak memberi saya kenangan tentang arti hidup atau kehidupan yang nyaman, dalam proses pendidikan saya dikota kelahiran saya hanya pendidikan taman kanak-kanak, Sekolah dasar, dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama yanga dapat aku tempuh saat itu. Dibangku Sekolah Menengah Pertama yang menurut saya begitu banyak membawa saya tentang arti sebuah nilai agama, nilai moral dan nilai kehidupan dari situlah saya bisa berbagi dengan teman-teman dan mempunyai kesan-kesan yang begitu indah yang tidak dapat saya lupakan sampai saatnya.
Saya SD di SD di SD Negri 1 Redin, SD tersebut yang begitu melekat dalam benak saya kehidupan saya, mungkin karena Sd tersebut terletak tidak jauh dari temat tinggal saya. SD yang begitu menyimpan beberapa kenangan indah dakam kehidupanku semasa kecil saya. Dari SD tersebut yang samapi saat ini menginspirasi saya untuk selalu bangkit dalam keterpurukan yang ada, tetapi tahun 2005 yang harus membawa saya keluar dari SD tersebut. Kemudian saya melanjutkan pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama yaitu MTs Negri Purworejo , dari MTs N Purworejo yang dapat membawa saya kepada Sang Maha Pencipta, karena saya banyak mendapkan pendidikan yang benar-benak murni saya dapatkan. Tahun 2008 juga mengatarku untuk keluar dari pintu pendidikan MTs Negri Purworejo.
Pertengahan tahun 2008 menuntunku untuk saya meninggalkan sejenak dari kota kecil ini dan membawa saya untuk tetap bertahan tenan dunia baru tepatnya di kota Wates Kabupaten Kulon Progo yang begitu damai dan bersahaja. Di kota inilah saya melanjutkan pendidkan bangku sekolah saya Sekolah Lanjutan Tingkat Atas yaitu SLTA Negri 1 Temon dari sekolah itulah yang membawa saya untuk tepat berdiri kokoh pada cita-cita saya yaitu menjadi seorang pendidik. Tahun 2011 telah berlalu dan sayapun harus keluar dari bangku sekolahan tersebut. Selama tiga tahun menuntuk ilmu banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan bukan hanya dari organisasi sekolah tetapi pengalaman dari guru-guru saya.
Dan sekarang saya Menuntut Ilmu di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Tepatnya di Universitas Sarjanawiata Tamansiswa Yogyakarta. Saya masuk ditahun angkatan 2011 dan mengambil jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Banyak juga yang saya pelajari dapa saat mengikuti mata kuliah bukan hanya mata kuliah sekolah dasar saja tetapi ada pendidikan teknologi informatika, ilmu fisafat, pesicologi dan masih banyak lagi. Tetapi kata orang-orang asaya ini adalah kupu-kupa karena dalam berkuliah hanya kuliah pulang kuliah pulanag tidak mengikuti organisasi apapun.
Cita-cita saya adalah menjadi seorang pendidik yang profesional dan berpengalaman. Menjadi seorang guru yang dicintai oleh para siswanya. Dan hidup disebuah desa yang nyaman indah damai dan sejahtera bersama keluarga dan orang yang bisa menjadi imam dalam kehidupan saya kelak.
Semoga catatan singkat tentang saya ini menjadi sedikit referensi untuk dapat mengenal saya. Hubungi saja saya lewat blog ini atau lewat situs jejaring yang sudah saya linkkan melalui Blog ini. Semoga bermanfaat dan mengeratkan tali persaudaraan kita Semua. Amin..


contoh materi ipa sd

berikut contoh materi ilmu penetahuan alam untuk sekolah dasar.klik di sini

Kamis, 24 Januari 2013

download


1

2
3

4

5

6

7










Rabu, 19 Desember 2012

arti cinta

Arti Cinta
Cinta adalah rahasia hati
Hati tak mau menghadirkan cinta
Sebab ia milik Tuhan bukan milik manusia
Saat bait-bait tersingkap jiwa

Mengikat, Menjerit, meratap ucap rasa
Menyekat erat-erat
Hasrat tertangkap kuat-kuat
Aku mencaci perasaanku yang nakal
Telah mencari perasaanmu yang tebal

Telah tertusuk hatiku yang terdalam oleh lembut hatimu
Begitu jelas terekam dalam cekam
Senyum manis menghias seutas manis
Bagai kembang mewangi menerbang bayang surgawi

                                   Hentikan amarah meronta
                                          Agar cinta mengajari kita bahasa hati
                                                    Atau sesal membusungkan dada
                                                    Kecuali kita menggenggam kata setia 

Jumat, 12 Oktober 2012

Letih Menunggu

Add caption

          Letih Menunggu                                                 

Junny oey shiponlywellwel

Ku tunggu janji terikrar
Walau dalam samar
Sebak melintas jiwa tersandar
Sumpah serapah berlalu menyambar

Hatiku kelu berbuih pilu
Menunggu kata ungkapanmu
Tapi kau masih diam membisu
Sampai bosan ku menunggu

Lupakan kau akan diriku???
Atau kataku tlah menyinggung perasaanmu
Jika, memang semua itu
Pasti hanya maafmu ku tunggu

Walaupun tahun tlah berlalu
Bosankah ku tetap menunggu???
Biar karang runtuh berlalu
Hatiku goyah dan diam membisu

Masihkah kau ingat kata-katamu???
Atau kau dapatkan pelepas rindu
Kalau memang itu
Katakan terus terang padaku

Bahagia rasa jiwaku
Lihat tawa dalam bibirmu
Toh kebahagian padaku
Adalah bahagia dalam diriku

Kurikulum Pendidikan "dari" Seorang Guru

Kurikulum Pendidikan "dari" Seorang Guru[1] 
Oleh Tara Ardyanto[2]

Pendidikan merupakan tonggak dari kebangkitan bangsa. Namun dari sana kita kemudian dapat melihat banyak hal yang perlu dievaluasi dari pengadaan pendidika dinegara kita. Dengan pendidikan kita paham bagai mana mewujudkan negara yang makmur sejahtera. Kita dapat mewujudkan kehidupan yang sejahtera dan damai pun dengan pendidikan. Mencerdaskan bangsa dan negara pun kita harus paham akan pendidikan, jadi memang pendidikan adalah hal panting yang patut digunakan sebagai jalan untuk mencapai tujuan yang ingin diperoleh untuk seseorang.
Namun dari sana juga, masih perlu banyak perbaikan dalam perjalanan menuju tujuan yang didamba-dambakan. Masih banyak kita melihat anak-anak yang putus sekolah ataupun tidak dapat melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi gara-gara beban ekonomi yang masih memaksa sebagian besar masyarakat untuk bekerja lebih keras sehingga melupakan pendidikan.Kurikulum pendidikan yang katanya sesuai dengan kompetensi dan mencoba menyesuaikan dengan kebutuhan dimana sekolah berada justru malah menjiplak dari kebudayaan barat yang sulit sekali diterapkan di linagkungan sekolah.  Program seperti BOS yang katanya mampu untuk dapat menanggulangi masalah-masalah pendidikan  justru terjebak oleh masalah lain yang justru tidak memiliki hubungan sama sekali dengan pendidikan. Anggaran yang dialokasikan sebanyak 20% pun ternyata masih belum dapat menjawab keterlambatan yang terjadi dalam dunia pendidikan. Mungkin saja bukan 20% anggaran yang dianggarkan oleh pemerintah dari APBN. Dari data yang diperoleh hanya 14% dana yang dialokasikan untuk pendidikan, jadi hanya sekitar  Rp 13,6 triliun dari dana seharusnya Rp 80 triliun[3]. Serta masih banyak lagi hal yang perlu dievaluasi secara khusus agar dapat membuka wawasan masyarakat bangsa.
Dari beberapa masalah yang muncul, penulis akan mencoba untuk memaparkan hasil evaluasi yang penulis lakukan tentang pengadaan kurikulum yang telah berjalan selama ini. Mengapa kurikulum yang dipilih? Kerena kurikulum adalah salah satu problem yang perlu lebih benyak dipertimbangkan dan ditelaah lebih lanjut  tentang pengadaannya sat ini. Kita mengetahui penggunaan kurikulum pendidikan di Indonesia selalu berubah-ubah menyesuaikan dengan keadaan yang ada di Indonesia. Sehingga terkesan prematur saat penerapannya dilapangan. Selain itu juga, dalam evaluasi perlu adanya focus eveluasi agar mampu memperjelas dan menampakkan apa masalah yang dihadapi, sehingga jelas pula jalan keluar yang perlu dijalani untuk menghadapi masalah yang ada.
Kajian
Kurikulum merupakan program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancang secara sistemik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajarn bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan (Dakir, 2010: 3)[4].
Dengan demikian kurikulum merupakan hal penting bagi dua komponen sekaligus yaitu tenaga pendidikan dan peserta didik yang menjadi subjek atau peserta didik seperti yang dibahasakan oleh Prof Dakir. Dalam pengertian ini dapat kita tarik makna bahwasannya kurikulum sudah semestinya mampu merancang sebuah program belajar yang berorientasikan pada norma-norma yang berlaku. Program ini kemudian dijalankan oleh tenaga pendidikan dan peserta didik dalam penerapannya.
Laporan ini mencoba untuk mengungkapkan seberapa jauh kurikulum yang ada dilapangan dapat diterapkan. Dengan langsung mengambil data dari sumber dari salah satu komponen yang disebutkan diatas yaitu guru. Teknik evaluasi yang digunakan adalah teknik nontes berupa wawancara.  Menurut suarsimi wawancara atau interview adalah cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan jalan tenya jawab sepihak. (Arikunto 2009:30)
Pandangan Guru di lapangan
Enan[5], Guru Matematika di SMK Muhammadiah 2 Purbalingga, mengatakan secara terbuka bahwa banyak yang harus dievaluasi dari system pendidikan yang saat ini kita gunakan. Khususnya dalam hal kurikulum yang digunakan. Kemungkinan besar masalah yang terjadi saat ini dalam pembelajaran merupakan kesalahan dalam penggunaan kurikulum yang diterapkan saat ini.
Enan telah mengajar selama tiga tahun di SMK Muhamadiah tempat dimana ia mengajar saat ini. Selama mengajar banyak kesulitan yang ditemukan. Kesulitan yang paling khusus menurutnya adalah bagaimana mengubah sudut pandang siswa terhadap matematika yang diajarkannya. Siswa kebanyakan menganggap matematika adalah pelajaran yang rumit untuk dipelajari. Sehingga sangat semangat untuk belajarpun kurang saat akan belajar matematika.Ia junga mengajarkan les privat kepada anak-anak tentang matematika dan hampir setiap anak yang diajarkan matematika memiliki sikap yang sama kepada matematika[6].
Kuriklulum yang digunakan di sekolah yang diajarkan adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kendati demikian Kurikulum yang diterapkan dianggap tidak sesuai dengan keadaan. Ia lebih memilih Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk dapat diterapkan dalam sekolah. Ini dikarenakan ia menganggap bahwa KBK akan lebih baik karena potensi siswa lah yang diarahkan dalam penerapannya pembelajaran. Itu berarti secara tidak langsung kompetansi siswa digunakan sebagai acuan dalam mendesain pembelajaran.
Menurutnya system yang digunakan dalam kurikulum saat ini lebih menekankan kepada kebebasan pihak sekolah untuk menentukan bagaimana pembelajaran berlangsung. Bukan sebaliknya yang seharusnya pembelajaran berlangsung berdasarkan kepada kebutuhan dari siswa sehingga dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman yang tepat dan pas untuk digunakan kepada siswa secara langsung. Kebebasan yang ada di dalam KTSP tetap terpatok pada standar nasional sehingga dengan demikian UAS tetap digunakan dalam teknik evaluasinya. Sedangkan menurutnya UAS adalah teknik evaluasi yang seharusnya digunakan dalam KBK.
Enan menyetujui akan adanya tes dalam pelaksanaan teknik evaluasi. Namun menurutnya Teknik evaluasi yang berbentuk UAS merupakan suatu kesalahan. Lebih baik tes dalam penggunaannya tidak berdasarkan standar Nasional. Karena, kurikulum KTSP yang saat ini diterapkan berdasarkan kebebasan dari masing-masing sekolah. Walaupun sudah ada standar yang harus dipenuhi di masing-masing sekolah, tetap saja akan berbeda mutu yang kemudian terbentuk dimasing-masing tingkat satuan pendidikan tersebut. Selain itu KTSP lebih menekankan orientasi bagaimana memperoleh sebuah sertifikat bukan pengasahan kompetensi yang dibutuhkan.

Daftar pustaka:
Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan Edisi Revisi.  Jakarta; Bumi Aksara
Dakir.2010. Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta; Rineka Cipta
Prasetyo ,Eko. 2011. Orang Miskin dilarang Sekolah. Yogyakarta ; Resist Book


[1] Hasil pelaksanaan observasi evaluasi pendidikan yang diadakan melalui interview dengan guru yang berbeda instansi. Tema yang diangkat adalah masalah pengadaan kurikulum yang telah berlangsung selama ini. Ditulis pada April 2012.
[2] Mahasiswa jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta
[3] Lih Eko Prasetyo, Orang Miskin dilarang Sekolah. September 2011 Hal: 18
[4] Prof. Drs. H. Dakir, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, maret 2010 hal 3
[5] Enan S.Pd  guru matematika di SMK Muhammadiah 2 Purbalingga, saat ini dia sedang menempuh pendidikan Strata dua di Universitas negeri Yogyakarta.
[6] Mengajar prifat Ini dilakukan Enan saat berada di Yogyakarta disela kesibukannya.