Hati tak mau menghadirkan cinta
Sebab ia milik Tuhan bukan milik manusia
Saat bait-bait tersingkap jiwa
Mengikat, Menjerit, meratap ucap rasa
Menyekat erat-erat
Hasrat tertangkap kuat-kuat
Aku mencaci perasaanku yang nakal
Telah mencari perasaanmu yang tebal
Telah tertusuk hatiku yang terdalam oleh lembut hatimu
Begitu jelas terekam dalam cekam
Senyum manis menghias seutas manis
Bagai kembang mewangi menerbang bayang surgawi
Hentikan amarah meronta
Agar cinta mengajari kita bahasa hati
Atau sesal membusungkan dada
